Selamat Datang di Situs Berita RiauTimes. Lugas, Tajam, Terpercaya...
  Ahad, 5 September 2010 | Home | Webmail | Buku Tamu | Bursa Kerja | Info Iklan |
Profil
Visi Misi
R U B R I K A S I
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Pariwisata
Pendidikan
Lingkungan
Olahraga
Tokoh Kita
Galeri
Arsip Berita
KABUPATEN & KOTA
Bengkalis
Dumai
Indragiri Hilir
Indragiri Hulu
Kampar
Kuantan Singingi
Rokan Hilir
Rokan Hulu
Siak
Pelalawan
Kepulauan Riau
… bila anda mengutip sebagian dari situs ini, kami sarankan agar mencantumkan inisial RTM …

Drs. H. Fachmi Amrie
Banyak Potensi Yang Belum Tergali

    Fachmi Amrie mulai mengabdi sebagai seorang birokrat sejati sejak tahun 1972. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), beliau kemudian dipercaya sebagai Camat di beberapa daerah antara lain Camat Tembilahan, Mandau, Bengkalis dan Bangko. Dan pengabdian terakhir sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru.
    Ketika menjabat sebagai Camat inilah sosok Fachmi Amrie mengenal seluk beluk Riau secara nyata. Pamong senior ini terus berpikir untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Camat, Fachmi tak berhenti berpikir bagaimana upaya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Riau khususnya.
    Dari pemikirannya tersebut, Fachmi mengambil kesimpulan pemanfaatan terhadap potensi sumber daya yang ada belum dilakukan secara arif dan maksimal. Seperti masih luasnya lahan tidur yang belum dikelola secara produktif, menurut Fachmi Amrie merupakan peluang yang terabaikan.
    Pamong senior yang pernah mengabdi selama 36 tahun ini menilai sektor pertanian pada dekade ini telah tertinggal jauh dibandingkan sektor perkebunan khususnya kelapa sawit. Padahal begitu banyak komoditi pertanian yang bisa ditumbuh-kembangkan jika disertai dengan industri pengolahannya.
    Bayangkan, ”Riau belum memiliki industri pengalengan buah” padahal Riau ini potensial sebagai gerbang pemasaran produk-produk bernilai ekspor, karena Riau juga didukung dengan sarana lainnya seperti Pelabuhan Dumai yang sudah berkelas internasional.
    Seperti potensi pada komoditi nenas, jeruk dan lain sebagainya, bila komoditi ini mau dibina dan dikembangkan secara serius, Fachmi yakin akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
    “Selama ini industri pertanian di Riau hanya Home Industry (industri rumah tangga), sekarang bagaimana mengembangkannya menjadi industri menengah bahkan tidak mustahil akan menjadi industri besar,” katanya.
    Dengan dibangunnya industri pertanian seperti yang disebutkan diatas, maka pastinya akan menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran. Terlebih lagi krisis global yang terjadi saat ini yang mengakibatkan bertambahnya angka pengangguran, tentunya akan menjadi pelajaran berharga untuk Riau ke depan.
    Potensi besar lainnya, Riau sudah memiliki pelabuhan Dumai yang bertaraf internasional. Dengan keberadaan pelabuhan Dumai ini sebenarnya sudah menjadi modal besar pengembangan industri di Riau untuk go internasional.
    Namun begitu, Bapak dari empat anak ini menyayangkan belum adanya pelabuhan udara bertaraf internasional di Riau. Karena Riau merupakan gerbang lalu lintas internasional sudah selayaknya memiliki pelabuhan udara yang bertaraf internasional pula.
     “Kita jangan hanya menilai pemanfaatan Pelabuhan Internasional hanya untuk industri besar saja, tetapi yang harus dipikirkan bagaimana memanfaatkan peluang itu untuk mengembangkan industri-industri yang ada di Riau,” kata Fachmi Amrie.
    Bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia, di mata seorang Fachmi Riau sangat luar biasa. Bagaimana tidak, di dalam perut bumi Lancang Kuning ini terdapat kandungan minyak yang jumlahnya luar biasa. Sedangkan di atas terdapat pula perkebunan sawit penghasil CPO terbesar.
    “Jangan Sampai masyarakat Riau ini jadi seperti yang diibaratkan dalam pepatah, Itik berenang di air mati kehausan, ayam bertelur di lumbung padi mati kelaparan,” lanjut Fachmi Amrie.
    Fachmi berharap, berbekal pengalamannya selaku birokrat sejati selama kurun 36 tahun bisa dimanfaatkan untuk mengakomodir kepentingan masyarakat Riau di tingkat pusat. “Niat saya tulus untuk kemasyhalatan masyarakat Riau, karena selama ini masih banyak kepentingan dan aspirasi masyarakat Riau yang tidak diakomodir pusat. Inilah kewajiban kita untuk memperjuangkannya,” lanjutnya.
    Bila kepentingan dan aspirasi tersebut sudah berjalan, maka tidak akan ada lagi gubuk-gubuk kayu milik masyarakat yang ada di sepanjang pipa minyak antara Rumbai hingga Dumai, ”mari kita berpikir ke depan tanpa melupakan masa lalu”, tutupnya**


Nama : Drs. H. Fachmi Amrie
Tempat Tanggal Lahir : 14 September 1947
Istri : Hj. Khairani Razik
Anak:
: - Mia
- Roni Rakhmat, MSi
- Rio Rakhman, ST
- Khairunissa


Riwayat Hidup :
- Tahun 1970 Pegawai Perusahaan Daerah Prov. Riau
- Tahun 1972 diangkat Pegawai Negeri
- Tahun 1975 Kasubbag Protokol Kantor Gubernur Riau
- Tahun 1978 Ajudan Gubernur Riau
- Tahun 1982 Kepala Kantor/Sekwilcam Camat Pekanbaru Kota
- Tahun 1983 s/d 1989 Camat Tembilahan, Camat Mandau,
Camat Bengkalis, Camat Bangko.
- Tahun 1998 Kabid Dinas Pariwisata Prov. Riau
- Tahun 2000 Kasubdin Keamanan & Penyuluhan Hutan Prov. Riau
- Tahun 2001 Kabid Hubungan Antar lembaga dan Partai
- Tahun 2001 Kepala Dinas Pasar Kota Pekanbaru
- Tahun 2003 Kepala DInas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru
- Tahun 2005 s/d sekarang, Ketua Umum Yayasan Nurul Yakin
- Tahun 2006 Pensiunan PNS
TOKOH KITA

Drs. H. Fachmi Amrie
Banyak Potensi Yang Belum Tergali

Menurut kacamata seorang fahmi amrie, secara riil masih banyak potensi sumber daya daerah yang belum tergali secara maksimal. Semestinya Riau bisa lebih maju lagi untuk mencapai tingkat kesejahteraan secara merata jika sumber daya yang ada mampu dimanfaatkan secara baik dan arif.



© 2007 riautimes.com