PEKANBARU(Riautimes)-SDN Trisula Jl. Zainal Abidin yang terletak ditengah-tengah pusat bisnis, keadaannya kian memprihatinkan. Tahun Ajaran baru 2010 ini, SD Trisula hanya menerima 10 orang murid baru.
Keadaan ini sebenarnya dikeluhkan oleh Kepala Sekolah SD Trisula Darmaini. Tapi apalah daya seorang Kepala Sekolah, “Keadaannya memang sudah begini, mau diapakan lagi. Kami hanya bisa pasrah saja,” katanya.
SD Trisula ini sebenarnya dulu sempat menjadi sekolah favorit dengan jumlah murid ribuan. Seiring perkembangan Kota Pekanbaru ini, lingkungan sekitar SD Trisula yang dahulunya merupakan pemukiman masyarakat, kini berubah menjadi pusat bisnis dan pusat perbelanjaan.
Kondisi ini sebenarnya sudah lama diketahui oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Namun dituturkan Kepala Sekolah, dengan kondisi seperti ini dinas tak mampu berbuat banyak. “Kita tetap bertahan dengan kondisi ini,” ucapnya.
Saat ini, murid di SD Trisula jumlahnya hanya sekitar 40 orang saja. Dahulunya yang diharapkan menjadi murid sekolah ini adalah anak-anak sekitar. Tetapi pemukiman masyarakat di daerah ini sudah sangat minim. “Lihat saja, pemukiman warga sudah berubah menjadi bangunan-bangunan dan pusat bisnis. Siapa lagi yang diharapkan untuk menyekolahkan anaknya disini,” kata Kepala Sekolah.
Lebih ironis, terakhir diketahui pihak yayasan Trisula sempat berancang-ancang akan menjual lahan sekolah kepada pengelola mall Pekanbaru. Hanya saja niat tersebut terhalang karena lahan sekolah merupakan hibah. “Tanah ini hibah dari pak Soeman HS, yayasan tentu saja tak bisa seenaknya menjual,” tutur Kepala Sekolah(Ndi)