PEKANBARU(riautimes)- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH II ) Dinas Kehutanan Riau menyebutkan daya tarik potensi wisata Tahura tak hanya gajah yang saat ini berada di PLG yang bersebelahan dengan Tahura. Sehingga tanpa PLG wacana menjadikan Tahura sebagai tujuan wisata tetap jalan.
Demikian diucapkan Maamun Murod, Kepala UPT Tahura SSH II Dishut Riau, wacana pemindahan lokasi PLG Minas oleh BKSDA Riau sama sekali tak berpengaruh besar terhadap wacana Dishut Riau menjadikan Tahura sebagai tujuan wisata. Kendati pun gajah merupakan ikon satwa Riau.
Menurut Murod, nantinya bisa saja diminta beberapa ekor gajah sebagai penambah daya tarik pengunjung dan wisatawan di Tahura. Namun hal tersebut akan dipikirkan kembali. “kita akan menggaji pawang sebanyak jumlah gajah yang kita rawat, belum lagi makanan, vitamin serta kebutuhan gajah lainnya. Lihat saja kondisinya nanti,” kata Murod.
Lanjut Maamun Murod, yang menjadi andalan tujuan wisata Tahura SSH II dalam “Master Plan Tahura tahun 2003” lalu adalah potensi flora Riau yang masih natural. Selain itu juga akan dibangun danau sebagai wisata air.
Disinggung bila PLG dipindah ke dalam Tahura dengan adanya kesepakatan pemakaian kawasan antara BKSDA dan Dishut Riau, Murod tak berkomentar. “Dari Dirjen katanya PLG akan dipindah ke Tesso Nilo,” Ucap Murod.(Ndi)