PEKANBARU(Riautimes)- Pembangunan pembangkit listrik Bio Massa nampaknya tak begitu menarik bagi Pemprov Riau. Padahal, Bio Massa dinilai lebih hemat dan efisien dibandingkan pembangkit listrik Tenaga Micro Hydro yang selama ini telah dibangun di berbagai daerah. Setelah diajukan pembangunannya, ternyata tidak disetujui.
Drs. Karman, Bidang pengembangan Energi Dinas Pertambangan Provinsi Riau Kamis (15/7) kepada riautimes di ruangannya menyebutkan, Pembangkit Listrik Bio Massa ini lebih potensial di Riau bila dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya seperti PLTMH ataupun bio gas. Hal ini bila melihat Riau memiliki lahan perkebunan yang luas.
“Riau ini potensi perkebunannya luas, sangat cocok dengan pengembangan pembangkit energi bio massa. Dana yang dibutuhkan juga tidak jauh beda dengan pembangkit micro hydro yang selama ini dibangun,” kata Karman.
Sedikit dijelaskannya, pembangkit listrik bio massa ini teknologinya memang cukup tinggi. Pembangkit listrik Bio Massa menggunakan bahan bakar pelepah sawit ataupun pelepah kelapa yang sudah dikeringkan. Dari pembakaran tersebut akan menghasilkan uap yang akan menggerakkan turbin penghasil energi listrik.
“Kalau di daerah Inhil maka bahan bakar yang kita gunakan pelepah kelapa. Kita sesuaikan dengan potensi erkebunan yang ada di masing-masing daerah,” tutupnya.(Ndi)