PEKANBARU(Riautimes)- Secara topografi, lokasi Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas yang terletak bersebelahan dengan Tahura SSH II dinilai kurang strategis. PLG perlu dicari lokasi yang baru yang lebih sesuai dengan habitat gajah.
Dituturkan Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Drs. Trisnu Danisworo, MS, saat ini lokasi PLG di Minas dipandang tak sesuai dengan habitat gajah yang memerlukan lokasi yang luas. Oleh karena itu Trisnu memandang PLG perlu lokasi baru.
Menurut Trisnu, secara topografi kawasan PLG saat ini tak cocok untuk lokasi PLG. “Kita sedang memikirkan untuk mencari lokasi yang baru. Bisa saja nantinya kita pindah ke Tesonilo, tapi akan kita pikirkan lagi,” tutur Trisnu.
Diterangkannya, lokasi PLG Minas saat ini sebenarnya tidak permanen. Lokasi PLG merupakan eks HPT Minas yang statusnya pinjam pakai dengan kawasan Tahura SSH II.
Disinggung tentang wacana Dinas Kehutanan yang akan menjadikan Tahura sebagai objek wisata, Trisnu menyambut baik. Bisa saja nantinya PLG berkolaborasi dengan UPT Tahura sebagai objek wisata. “Tetapi perlu kesepakatan yang pasti agar nantinya PLG tidak berpindah-pindah,” sebutnya lagi.
Terkait wacana pemindahan lokasi PLG ini dipertanyakan oleh LSM Riau Madani. Tommy Fredy Manungkalit, S. Kom, Sekretaris LSM Riau Madani menyebutkan, pemindahan lokasi PLG ini perlu dipikirkan kembali secara matang. Pasalnya, di Riau ini sudah sangat minim dengan kawasan yang berhutan alam. Terlebih lagi PLG membutuhkan lokasi yang luas.
Tommy sendiri menilai lokasi yang ada saat ini tidak perlu dipindahkan lagi. “Mau dipindahkan kemana lagi PLG ini, SM Balai Raja saja sudah diokupasi jadi kebun sawit,” kata Tommy. (Ndi)