Pekanbaru (Riautimes)- Deretan angka kasus kebakaran diduga akibat korsleting listrik kembali terjadi di Pekanbaru. Kamis (1/7) dini hari, Satu unit rumah beserta isinya di jalan Gunung Agung Kecamatan Limapuluh ludes dilalap si jago merah. Saat kejadian rumah ditinggal pemilik yang pergi ke luar kota.
Keterangan Febri, saksi di TKP yang pertama kali melihat api menyebutkan, sekitar pukul 01.30 dini hari dirinya melihat kepulan asap dari kejauhan. Penasaran, Febri beserta beberapa warga lainnya mendekati lokasi. Ternyata pada bagian atas rumah dua lantai ini terlihat api sudah berkobar.
Hanya dalam hitungan menit, api yang kian membesar telah melalap hampir setengah bagian rumah. Beberapa warga di TKP tak mampu berbuat banyak karena pagar rumah yang ditinggal pemiliknya ini dalam keadaan terkunci.
Sekitar 20 menit kemudian, 4 unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru turun ke lokasi kejadian. Petugas langsung bertindak memadamkan api yang hampir menghanguskan seisi rumah milik Alm. Idris Sutan ini. Dalam waktu 15 menit, petugas pemadam berhasil menjinakkan api yang telah melalap seisi rumah.
Lain keterangan Yati (45th), saksi di sekitar TKP yang juga mengenal pemilik rumah menyebutkan, Rabu (30/6) sore sebelumnya dirinya masih melihat menantu sang pemilik rumah sedang menyapu. Hingga malam hari disebutkan Yati juga masih melihat menantu si pemilik rumah ini berbelanja di warung dekat lokasi TKP.
“Biasanya dia tidur di rumah ini. Tapi malam kejadian ini tak tahu jelas apa dia ada di dalam atau tidak. Dari pertama kejadian warga sudah berteriak untuk membangunkan, tapi tak ada seorang pun yang keluar dari rumah,” kata Yati.
Satu jam setelah api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian sektor limapuluh langsung melakukan olah TKP. Seorang petugas menerangkan dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik, terlebih lagi keadaan rumah yang agak tua menyebabkan cepatnya api membakar bangunan. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. "Kalau masih diperlukan olah TKP akan kita lanjutkan besok," tutur petugas ini.(Ndi)