BANGKINANG (Riautimes)- Akibat dihantam banjir Sungai Kampar pada Ahad pagi (7/3) sekitar pukul 6.00 WIB, satu diantara tiang penyangga utama jembatan gantung di Desa Ganting, Kecamatan Salo, Kampar, rubuh. Menghindari akibat buruk dan lebih fatal, Pemkab Kampar diharapkan untuk segera melakukan penangangan.
Komisi IV beserta Wakil Ketua DPRD Kampar Hj. Eva Yuliana didampingi staf Dinas PU Bina Marga dan Kades Ganting Harmonis serta tokoh masyarakat setempat, Selasa (9/3) melakukan peninjauan jembatan yang menghubungkan Dusun Pulau Tengah dan Dusun Salo Baru, Desa Ganting, tersebut. Jembatan yang terancam rubuh itu, juga dikenal sebagai salah satu objek wisata Kabupaten Kampar.
Pada tahun 1999 lalu, satu tiang penyangga utama jembatan ini pernah rubuh. Menurut warga setempat, rubuhnya tiang pada tahun 1999 tersebut memang tidak diinformasikan kepada Pemkab. Sebab, kondisi jembatan saat itu masih aman.
Namun, dengan rubuhnya satu tiang lagi akibat abrasi pada Ahad lalu, kondisi jembatan tentu sudah sangat mengkhawatirkan. Bila kondisi demikian dibiarkan berlangsung lama tentu akan membuat goyangan jembatan bila dilewati akan menjadi lebih kuat dan mengancam terlepasnya sling-sling kawat baja dan fundament pangkal jembatan.
Jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Kampar ini merupakan urat nadi transportasi masyarakat setempat. Dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1996 pasca musibah tenggelamnya rakit yang menewaskan tujuh orang warga. Kemudian, pembangunannya diteruskan menggunakan dana APBD Kampar.
Kades Ganting, Harmonis, mengungkapkan, untuk menghindari rubuhnya tiang jembatan, pihaknya mengaku sudah berulangkali mengusulkan pembangunan turap tebing Sungai Kampar di sekitar jembatan. “Namun hingga saat ini tak ada hasilnya, padahal bila ada turap, arus air tidak akan langsung ke tiang,” katanya memberi keterangan kepada Ketua Komisi IV DPRD Kampar Repol SAg.
Aspirasi pembangunan turap tersebut dibenarkan oleh Marzuki Malik, Wakil Ketua DPRD Kampar periode lalu yang kini kembali menjadi anggota DPRD Kampar. Pihaknya membenarkan bahwa dirinya juga pernah mendapatkan aspirasi dari masyarakat Desa Ganting. “Saya juga sudah usulkan ke PU Bina Marga, namun, tidak ditanggapi,” katanya.
Disebabkan perbaikan jembatan memang sangat mendesak, menurut Repol, DPRD Kampar meminta Dinas PU Bina Marga Kampar untuk menghitungan nilai teknis dalam perbaikan. “Bila tak cukup menggunakan dana penanggulan bencana, kita menawarkan pengerjaannya dengan sistem anggaran mendahului. Komisi IV akan merekomendasikannya,” sebut Repol.
Wakil Ketua DPRD Kampar Hj. Eva Yuliana sangat berharap agar Pemkab Kampar melalui dinas terkait dalam hal ini Dinas PU Bina Marga segera melakukan langkah-langkah teknis dan konkrit dalam penanganannya. “Memang harus cepat, bila tidak dikhawatirkan kerusakan jembatan malah akan parah,” ungkap Eva Yuliana.
Dalam tinjauan kemarin, Komisi IV bersama Wakil Ketua DPRD Kampar Hj. Eva Yuliana juga melakukan kunjungan ke gedung SD Negeri 021 Ganting, Salo. Kunjungan itu atas ajakan Kades Ganting Harmonis, untuk melihat kondisi pagar gedung sekolah yang dinilai tidak layak. “Kita berharap agar DPRD Kampar turut memperjuangkan usulan pemugaran pagar sekolah ini,” kata Harmonis didampingi Bustamam, kepala SD Negeri 021 Ganting.
Menanggapi hal tersebut, Marzuki Malik berharap agar pihak sekolah dan desa kembali mengusulkan kepada pemerintah daerah. DPRD, katanya, akan berusaha membantu untuk merealisasikannya. (Endrizal)