Pekanbaru (Riautimes)- Kendati masa kerja Tim 12 yang memfasilitasi mediasi antara masyarakat Tangun Purba Rohul dengan PT. SSL diperpanjang hingga Januari 2010, hingga saat ini tim yang beranggotakan utusan dari kedua belah pihak dan FKPMR sebagai penengah belum membuahkan hasil. Keluarga korban yang tewas dalam konflik pun gelisah.
T. Rafizal, pengurus Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) yang menjadi Ketua Tim 12 mengakui, awalnya masa kerja tim telah habisnya pada Desember 2009 lalu. Berhubung tanggung jawab tim belum tuntas, masa kerja tim kemudian diadendum hingga Januari 2010.
Hingga berakhirnya bulan Januari 2010, antara masyarakat dan perusahaan ternyata belum juga menemui kesepakatan. Menurut Rafizal dikarenakan masih ada beberapa poin kecil yang belum deal. “Beberapa waktu lalu di Pasir Pengaraian tuntutan sudah dirampungkan, namun ternyata hingga saat ini masih ada beberapa hal yang belum deal dengan pihak perusahaan,” kata Rafizal.
Namun Rafizal sendiri enggan menyebutkan apa masalah yang belum deal dengan perusahaan tersebut. “Karena kesepakatan kita dengan perusahaan untuk tidak mempublikasikan mediasi ini sebelum ada kesepakatan final antara perusahaan dan masyarakat,” tuturnya.
Apabila nantinya sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak terkait tuntutan masyarakat ini, Rafizal menyebutkan akan menemui manajemen perusahaan untuk meminta komitmennya menjalankan nota kesepakatan dengan masyarakat.
Perihal konflik antara warga Tangun Kab. Rohul dengan PT. SSL yang menewaskan tiga orang warga Tangun, adapun kewajiban yang harus dilaksanakan perusahaan antara lain pembangunan rumah layak huni dan bantuan biaya pendidikan untuk keluarga tiga korban yang tewas serta santunan biaya hidup bagi keluarga korban yang ditinggalkan.
Namun kewajiban yang ditunaikan perusahaan hanyalah santunan kematian atas nama keluarga tiga korban saja, sedangkan kewajiban lainnya belum terpenuhi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sudirman Siregar, anggota BPD Desa Tangun menyebutkan, masyarakat Tangun khususnya keluarga korban sangat khawatir bila masalah ini tak akan selesai dan terus berlarut-larut.
Seperti yang sempat dihebohkan sebelumnya, dalam bentrokan beberapa bulan lalu, perusahaan yang mengerahkan ratusan karyawan dan security berhasil memukul mundur warga Tangun ke arah kolam milik PT. SSL. Keesokan harinya, tiga warga Tangun ditemukan tewas mengapung dengan kondisi mengenaskan. (Ndi)