Pekanbaru (Riautimes)- Gerakan mahasiswa Riau yang terdiri dari elemen mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Riau Kamis (28/1) melakukan aksi di depan Kantor Bank Indonesia Pekanbaru. Aksi mahasiswa ini dilakukan bertepatan dengan 100 hari kepemimpinan periode kedua SBY.
Dalam orasinya, massa menyebut masih banyak permasalahan yang belum dituntaskan SBY. Permasalahn tersebut diantaranya pengadaan mobil pejabatm naiknya gaji ellit politik ditengah-tengah penderitaan rakyat hingga kasus Bank Century. Semua ini menandakan bahwa 100 hari kepemimpinan SBY seakan tiada arti.
15 program seratus hari yang dijalankan SBY juga belum mampu menyentuh sector kesejahteraan rakyat. Seperti anggaran pendidikan yang secara murni belum mencapai 20 persen.
Selain itu, pembangunan PLTU untuk mengatasi krisis kelistrikan juga belum terselesaikan. Dalam penegakan hokum, pemerintahan SBY juga belum mampu menuntaskan kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah.
Atas permasalahan tersebut mahasiswa mendesak pemerintaha SBY-Budiono segera menjalankan lima tuntutan mahasiswa. Lima tuntutan tersebut yakni komitmen memberantas korupsi terutama Centurygate, menjaga stabilitas harga sembako serta merombak tim ekonomi SBY dan menolak kebijakan neoliberal.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak diwujudkannya reformasi birokrasi secara sistematis dan mewujudkan demokrasi substansial di Indonesia.
Massa juga menuntut pemerintahan SBY-Budiono merealisasikan sekolah gratis dan anggaran murni pendidian minimal 20 persen. (Ndi)