Selamat Datang di Situs Berita RiauTimes. Lugas, Tajam, Terpercaya...
  Rabu, 8 September 2010 | Home | Webmail | Buku Tamu | Bursa Kerja | Info Iklan |
Profil
Visi Misi
R U B R I K A S I
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Pariwisata
Pendidikan
Lingkungan
Olahraga
Tokoh Kita
Galeri
Arsip Berita
KABUPATEN & KOTA
Bengkalis
Dumai
Indragiri Hilir
Indragiri Hulu
Kampar
Kuantan Singingi
Rokan Hilir
Rokan Hulu
Siak
Pelalawan
Kepulauan Riau
… bila anda mengutip sebagian dari situs ini, kami sarankan agar mencantumkan inisial RTM …

Kantor BI Pekanbaru Dikepung Massa

Kamis, 28 Januari 2010

Pada hari keseratus periode kedua kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pekanbaru diisi dengan aksi demo. Di gedung Bank Indonesia, sekitar pukul 12.00 dua kelompok massa menggelar aksi pada waktu bersamaan.



Pekanbaru (Riautimes)- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pekanbaru Kamis (28/1) dikepung dua aksi massa. Di pintu masuk, puluhan massa Gerakan Rakyat Riau Menuntut (Gerram) menegaskan lima tahun 100 hari kepemimpinan SBY gagal. Sedangkan di pintu keluar gedung, puluhan mahasiswa menuntut komitmen pemberantasan korupsi SBY.

Koordinator massa Gerram dalam orasinya menyebutkan pemerintahan SBY baik periode pertama dan keseratus periode keduanya saat ini, secara ideologi telah mengacu pada kapitalisme global dan merupakan neoliberalisme.

Massa berpendapat pemerintahan SBY lemah, tidak memiliki referensi dan ukuran-ukuran yang jelas. Atas dasar tersebut massa Gerram yang merupakan gabungan misi bersama beberapa organisasi massa di Riau menilai kepemimpinan SBY gagal.

Di waktu yang bersamaan, di pintu keluar gedung BI Pekanbaru, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam beberapa elemen mahasiswa perguruan tinggi di Riau juga menilai kepemimpinan SBY-Budiono gagal. Koordinator aksi mahasis wa berorasi bahwa saat ini banyak permasalahan bangsa yang belum tuntas.

Selain itu, massa menilai 15 program 100 hari kepemimpinan periode kedua SBY juga belum menyentuh sektor kesejahteraan. Seperti anggaran pendidikan yang belum mencapai 20 persen serta sekolah gratis yang masih sebatas retorika. Sementara, korupsi yang melibatkan kepala daerah masih belum tuntas bahkan seperti tidak tersentuh.

Atas permasalahan tersebut, massa mahasiswa menuntut komitmen SBY dalam pemberantasan korupsi serta menolak kebijakan neoliberal yang diterapkan SBY selama ini. Massa juga menuntut reformasi birokrasi serta diwujudkannya sekolah gratis dengan anggaran murni untuk pendidikan minimal 20 persen.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 belasan massa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Melayu Riau (Gempur) juga memanfaatkan momen 100 hari periode kedua kepemimpinan SBY dengan melakukan aksi di depan Mapolda Riau. Massa menuntut diselesaikannya kasus-kasus dugaan korupsi yang hingga saat ini tak jelas penyeesaiannya.

Dalam kedua aksi massa tersebut, puluhan aparat kepolisian tampak sibuk berjaga. Karena massa yang memenuhi jalan, satu jalur jalan jenderal Sudirman bahkan sempat ditutup selang 20 menit. (Ndi)

BERITA HANGAT

Minggu, 29 Agustus 2010
BLH Selesai Bahas UKL UPL Pembangunan Jaringan PLTU Riau


Selasa, 24 Agustus 2010
Tunggakan ABT Hingga 5M,
Satpol Siapkan Shock Therapy Untuk IKPP dan RAPP


Selasa, 24 Agustus 2010
Merasa Dianaktirikan, Warga Tanjung Kudu Nyaris Terisolir


Selasa, 24 Agustus 2010
Satpol Tarik 29 Mobil Dinas Mantan Pejabat


Selasa, 24 Agustus 2010
Kedai Kopi Buka Saat Puasa, Diduga Aparat Bermain


Sabtu, 21 Agustus 2010
Salah Dugaan,
Polhut Riau Lepaskan Tangkapan


Sabtu, 21 Agustus 2010
Diduga Menyalahi Aturan,
Dewan Minta Proposal pengajuan HGU PT. SAL


Sabtu, 21 Agustus 2010
Bangun Penerangan Desa,
Distamben kekurangan Tenaga dan Pendanaan


Sabtu, 21 Agustus 2010
Distamben Provinsi Tak Pernah Terima Laporan PT. RMI


Kamis, 12 Agustus 2010
Satpol 200 Targetkan Kendaraan Dinas Pemprov Kembali Sebelum Idul Fitri


© 2007 riautimes.com