Selamat Datang di Situs Berita RiauTimes. Lugas, Tajam, Terpercaya...
  Ahad, 5 September 2010 | Home | Webmail | Buku Tamu | Bursa Kerja | Info Iklan |
Profil
Visi Misi
R U B R I K A S I
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Pariwisata
Pendidikan
Lingkungan
Olahraga
Tokoh Kita
Galeri
Arsip Berita
KABUPATEN & KOTA
Bengkalis
Dumai
Indragiri Hilir
Indragiri Hulu
Kampar
Kuantan Singingi
Rokan Hilir
Rokan Hulu
Siak
Pelalawan
Kepulauan Riau
… bila anda mengutip sebagian dari situs ini, kami sarankan agar mencantumkan inisial RTM …

Selain alih Fungsi Kawasan, Penangkaran Arwana juga Rusak Tahura

Sabtu, 26 Juni 2010

Temuan terjadinya kerusakan terhadap kawasan lindung Tahura SSH II Minas akibat beroperasinya penangkaran Arwana terbongkar. Selain berada di dalam kawasan lindung, PT. Salmah Arowana Lestari membendung salah satu sungai di Tahura untuk kegiatannya yang mengakibatkan kerusakan terhadap kawasan.



PEKANBARU(Riautimes)- Setelah LSM Riau Madani mengajukan gugatan legal standing terhadap penangkaran ikan Arwana PT. Salmah Arowana Lestari (SAL) yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) SSH II Minas, kali ini Riau Madani menemukan adanya perusakan kawasan Lindung ini. PT. SAL membendung Sungai Takuana Sungsang untuk mengairi kolam-kolam penangkaran. Dampaknya, sekitar 20 hektar kawasan Tahura Minas tenggelam dan tegakan kayu yang ada pada genangan menjadi mati.

Temuan di lapangan, Bendungan yang berketinggian 14 meter dan lebar 20 meter dengan panjang sekitar 300 meter ini terbuat dari tanah liat yang diambil dari perbukitan di dalam Tahura. Pada bendungan terdapat dua pintu air untuk mengairi 219 kolam penangkaran milik PT. SAL.

Atas kerusakan yang dilakukan oleh PT. SAL tersebut, Tommy Freddy Manungkalit, S. Kom, Sekretaris LSM Riau Madani menilai kerusakan yang dilakukan PT. SAL ini juga merupakan kesalahan Dinas Kehutanan Provinsi Riau selaku instansi berwenang yang mengurus Tahura SSH II Minas. Dishut Riau dinilai lalai dalam menjaga dan mengurus Tahura.

Berdasarkan peta Tahura versi Dishut Riau yang disebut-sebut peta hasil rekontruksi tahun 2007, Dishut menetapkan PT. SAL tidak berada di dalam kawasan Tahura. Namun ada perbedaan bila dibandingkan dengan peta Menteri Kehutanan dan Perkebunan, berdasarkan SK Menhutbun No. 348/kpts-II/1999 tentang Penetapan Kelompok Tahura Minas, PT. SAL berada di dalam kawasan Tahura. Diketahui, ada pergeseran bujur dan lintang yang dilakukan Dishut dalam peta rekonstruksi 2007.

“Peta hasil rekonstruksi Dishut ini telah merugikan Tahura yaitu dikeluarkannya lokasi penangkaran arwana PT. SAL. Peta hasil rekonstruksi ini telah dimanfaatkan oleh perusahaan yang berada di dalam Tahura sebagai alasan kegiatan mereka ini tidak berada di dalam kawasan,” terang Tommy.

Selain penangkaran Arwana milik PT. SAL, masih ada dua penangkaran lain yang juga berada di dalam kawasan Tahura SSH II, yaitu UD. Wanbun dan PT. Tambak Seraya yang merupakan anak perusahaan PT. Panca Eka. Seperti PT. SAL yang mengubah fungsi kawasan Tahura menjadi kolam-kolam penangkaran, keduanya juga membuat sungai buatan yang dikenal dengan Sungai Takuana Buatan.

“Selain mengajukan gugatan terhadap PT. SAL, kita juga mengajukan laporan kepada DPRD Provinsi Riau. Kita berharap adanya tindakan segera atas masalah ini,” kata tommy.(Ndi)

BERITA FOTO

Jumat, 6 Agustus 2010

Barang Bukti berupa satu unit truk, Kamis (6/8) diamankan Polhut Riau, ada dugaan penangkapan ini ditutupi. Wartawan yang ingin memperoleh informasi penangkapan mendapat perlakuan tak pantas dari Kabid Perlindungan Hutan Dishut Riau, Said Nurjaya.



Jumat, 6 Agustus 2010

Barang Bukti berupa satu unit truk, Kamis (6/8) diamankan Polhut Riau, ada dugaan penangkapan ini ditutupi. Wartawan yang ingin memperoleh informasi penangkapan mendapat perlakuan tak pantas dari Kabid Perlindungan Hutan Dishut Riau, Said Nurjaya.



Jumat, 6 Agustus 2010

Menjelang dirgahayu RI ke-65, pedagang bendera musiman telah menggelar dagangan. Kehadirannya setiap tahun turut menyemarakkan suasana HUT kemerdekaan RI.



Jumat, 2 Juli 2010

Dua truk yang bermuatan sekitar 130 tual kayu yang berhasil diamankan satuan Polhut Riau beberapa waktu lalu. Dua truk ditangkap di Simpang Pasir Putih Pekanbaru dan kini diamankan di markas Polhut



Rabu, 30 Juni 2010
Si Jago Merah Mengamuk, Seisi Rumah Ludes

Kasus kebakaran kembali bertambah di wilayah Kota Pekanbaru. Kali ini si jago merah meludeskan satu unit rumah beserta isinya. Diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.



Sabtu, 26 Juni 2010

kebakaran lahan di belakang Kantor RRI Panam Pekanbaru beberapa waktu lalu. Diduga Kebakaran terjadi akibat pembukaan lahan oleh oknum warga dengan cara membakar untuk dijadikan kebun sawit. (foto:Jon)



Sabtu, 26 Juni 2010
Selain alih Fungsi Kawasan, Penangkaran Arwana juga Rusak Tahura

Temuan terjadinya kerusakan terhadap kawasan lindung Tahura SSH II Minas akibat beroperasinya penangkaran Arwana terbongkar. Selain berada di dalam kawasan lindung, PT. Salmah Arowana Lestari membendung salah satu sungai di Tahura untuk kegiatannya yang mengakibatkan kerusakan terhadap kawasan.



Senin, 24 Mei 2010
SD Trisula Bertahan Dengan 40 Murid

Sedikit catatan di tengah pestanya kemajuan kota pekanbaru. Satu unit sekolah terjepit di tengah megahnya pusat perbelanjaan



Kamis, 22 April 2010
Sambut Pimpinan KPK, HMI Gelar Aksi di Pangeran

Puluhan mahasiswa beraksi di depan Hotel Pangeran Pekanbaru. Namun mahasiswa kecewa, gagal bertemu pimpinan KPK.



Senin, 12 April 2010
Distamben Riau Akui PLTMH Pemandang Kurang Perencanaan

Distamben Provinsi Riau mengakui kurangnya perencanaan dalam pembangunan PLTMH di Desa Pemandang Rokan Hulu. Akibatnya, setelah bangunan PLTMH selesai terjadi beberapa kelemahan dan kekurangan.



© 2007 riautimes.com